6.15.2014

Meet The Doctor (MTD) part 1

Jadi , Sabtu kemaren, tepatnya 7 Juni 2014, setelah melalui rencana matang, yang tiba-tiba hampir batal, gara-gara sumami kecapekan, aku dan sumami  pun akhirnya mengunjungi Dokter Binarwan Halim, Sp.OG.

Rencananya jam 2 an gitu udah nyampe tempat praktek si dokter di Jalan Pemuda, namun karena Sabtu kemaren itu, kegiatan cukup padat dan jadwal terapi Bapak yang ngaret, maka sampailah kami disana jam setengah 4 an. Untungnya Yolanda, temen kuliah dulu, juga mau periksa, memang janjian Sabtu mau kesana. Akhirnya diambilin nomor, dapet nomor 34. Oh ya, sebelumnya, aku udah telepon prakteknya sih, bilang mau periksa, ternyata disuruh dateng langsung, katanya praktek mulai jam 4 sore, tapi ambil kartu udah bisa dari jam setengah 3 sore. Itu Yola, sampe sana jam 3 an katanya, udah dapet nomor segitu.

Sampe sana, pas banget nomor 34 dipanggil, trus disuruh isi-isi daftar gitu, isinya tentang identitas pribadi suami istri, sama riwayat panyakit. Jadi, ternyata sistem disana itu, kita ambil kartu, trus nanti petugas pendaftar bakal manggil nomor yang tertera di kartu, baru kita ditanyain mau periksa apa. Aku kemaren sempet bingung pas ditanya mau periksa apa, akhirnya aku jawab aja mau program, baru pertama kali dateng.

Gak berapa lama, setelah ngisi daftar yang tadi dikasih, namaku pun dipanggil. Trus disuruh ngikutin si perawat, masuk ke ruangan, dipersilakan duduk. Ternyata ini sesi kolsuiltasi sama si perawat, ditanyain macem2, umur berapa, udah nikah berapa lama, ngerokok apa gak, minum alkohol apa gak, apakah pernah operasi, haid teratur apa gak, siklusnya gimana, sakit ato gak pas datang haid, jadwal berhubungan, sakit gak pas berhubungan. Kira-kira gitulah pertanyaan2nya. Abis itu dijelasin, pemeriksaan apa aja yang harus dilakukan, tujuannya apa, trus jadwal dan tata caranya gimana. Abis itu kita disuruh balik ke ruang tunggu lagi.

Jadi hari itu, aku bakal ngejalani 3 pemeriksaan/tes, papsmear, untuk ngeliat saluran rahim ada masalah apa gak, misalnya miob ato kista, yang bisa menghambat jalannya sperma ke sel telur. Trus USG, tujuannya untuk ngeliat bentuk rahim gimana, dan juga ngeliat apakah rahimku ada masalah.
Satu tes lagi aku lupa nama yang dibilang susternya, cuma pas ngejalani tesnya kayaknya cuma papsmear sama USG aja deh.

Setelah menunggu berjam-jam, namaku dipanggil sekitar jam setengah delapan. Trus disuruh masuk ke ruang pemeriksaan, sebelumnya ditanya udah pipis belom, trus sama susternya disuruh buka celana, aku kan bingung, disitu ada 3 orang suster yang lagi beres2, aku mau buka celana dimana, akhirnya karena susternya udah bilang kedua kali untuk buka celana, aku cepat2 aja buka, sebelum kena repet, hampir aja aku mau tanya, underwearnya dibuka juga gak sus, untungnya niat itu kuurungkan, hehe... Aku pun disuruh duduk di kursi khusus, disuruh ng*ngk*ng, abis itu sama susternya dimasukin alat, aku sama sumami disuruh liat monitor, trus dia jelasin apa yang terjadi. Ternyata yang baru dikerjain si suster namanya papsmear, selama dites itu, aku boleh nanya2, susternya ngejawab sesuai kapasitasnya. Setelah itu, beberapa menit nunggu, dokter masuk, trus dia USG, nah kalo di dokter sebelumnya itu USG nya dari perut aja, kali ini aku di USG dari bawah, rada sakit sih, tapi masih bisa ditahan, trus si dokter bilang hasil tes USG nya ke suster supaya ditulis. Dokternya pun bilang, kalo hari itu gak usah konsultasi dulu sama dia, disuruh ngejalani semua tes dulu. Kalo udah semua, hasilnya baru dibawa pas konsultasi. Akhirnya, tes hari itu selesai, kami disuruh ngikuti si suster ke ruang apotik. Disitu nunggu bentar, trus dipanggil , dijelasin sama susternya tentang tes2 lanjutan yang harus dilakukan, dikasih surat rujukan, sama obat yang harus diminum sebelum tes. Tagihan hari ini, Rp 500.000,-. Kita keluar dari praktek si dokter sekitar jam 8 lewat, abis itu dinner deh. Tinggal nunggu tes2 selanjutnya, semoga hasilnya baik2 saja. God bless us.

Oh ya, ini sedikit penjelasan beberapa pemeriksaan/tes yang aku dan sumami harus jalani nanti :

1. Pemeriksaan Darah
       Pada hari haid ke-2 atau ke-3 menjalani pemeriksaan di laboratorium. Kalo di surat pengantarnya sih, masuk ke kelompok 'Reproduksi-Gestasi', yang diperiksa adalah LH, FSH, dan Prolactin. NB: sebelum menjalani pemeriksaan darah, pasien dianjurkan untuk menjalani puasa tidak makan selama 8 jam terhitung dari pukul 23.00 s/d 07.00 dan hanya boleh minum air putih saja. Tidak boleh minuman manis dan makan permen.

2. Pemeriksaan HSG (Hysterosalpingografi)
      HSG adalah pemeriksaan sinar X dengan memasukkan cairan khusus/zat kontras untuk memperoleh foto sistem organ reproduksi. Fungsinya untuk mengetahui bentuk rongga rahim, patologinya seperti apakah ada polip, perlengketan atau kelainan dan saluran telur, apakah ada sumbatan atau tidak sehingga dapat melengkapi pemeriksaan infertilitas lainnya.Pemeriksaan biasanya dilakukan pada hari ke -10 haid (terhitung dari haid pertama hari terakhir).

3. Pemeriksaan UPS (Uji Pasca Senggama)
        UPS adalah suatu pemeriksaan dengan cara mengambil lendir rahim istri setelah melakukan hubungan sex/senggama. Fungsinya untuk mengetahui kemampuan hidup dan gerak sperma di dalam cairan vagina, mencapain dan menembus lendir rahim istri. Pemeriksaan ini dilakukan pada hari haid ke-13. Sebelum pemeriksaan UPS, pasien dianjurkan untuk bersenggama 10-12 jam terlebih dahulu dan istri dianjurkan untuk tidur sekitar 1/2 jam setelah senggama, setelah itu istri dilarang membilas vagina di dalam sebab akan mematikan sperma yang ada di dalam.

4. Pemeriksaan Sperma (Sperm Analysis/SA)
        Sebelum menjalani pemeriksaan, pasien dianjurkan untuk puasa minimal 3 hari dan maksimal 5 hari tidak mengeluarkan sperma baik secara marturbasi maupun senggama.
   

6.08.2014

Kisah stroke Bapak

Alowww...Apa kabar dunia?? * tetep asyik
Ketauan angkatan tua;)


Hmmm..,mau cerita tentang Bapak yang hampir lima bulan ini mengalami sakit.Tapi, Puji Tuhan banget sekarang udah pulih walaupun blm 100 persen.
Jadi, Februari kemaren, sehari setelah Valentine, Bapak terserang stroke ringan. Diawali pada tanggal 15 pagi Bapak agak pusing saat bangun. Bapak memang punya hipertensi, jadi tensinya memang kerap tinggi. Kebetulan hari itu ada pesta yang harus dihadiri. Akhirnya karena merasa tidak sanggup berjalan, Bapak menyuruh Mama untuk berangkat ke pesta sendiri. Namun, saat Mama bersiap2, Bapak pun menyuruh Mama membatalkan keberangkatan ke pesta karena Bapak merasa sakitnya semakin parah. Dari pagi sampai siang, Bapak hanya di tempat tidur, tidak kuat untuk berdiri, makan pun kurang selera. Mama pun pergi ke dokter untuk meminta obat. Setelah minum obat belum ada perubahan, Bapak masih lemas dan tetap di tempat tidur. Kemudian sore harinya, pada saat akan minum air putih,Bapak tidak bisa menelannya, disitulah puncak dari penyakit Bapak. Kami pun memutuskan membawa Bapak ke rumah sakit. Karena hari sudah malam dan kondisi Bapak sangat lemah, Bapak dibawa ke rumah sakit yang ada di Binjai. Satu malam di RS Karya Mama Binjai, kondisi Bapak tidak ada perubahan, dokter mengatakan bahwa Bapak terserang stoke ringan dan keesokan harinya harus di scan terlebih dahulu ke Medan untuk mengetahui hasil yang lebih detail. Setelah kami mempertimbangkan, daripada mesti bolak balik Binjai-Medan-Binjai untuk scan, akhirnya Bapak dipindahkan ke RS Elisabeth Medan. Di Elisabeth langsung malam itu juga bapak di scan, dan pengobatannya sangat intensive, bapak harus masuk ke ruang khusus stroke yaitu Henricus, dimana keluarga tidak boleh masuk. Bapak 5 hari di ruang itu, dimana keluarga hanya boleh mengunjungi pada jam-jam tertentu, yaitu jam 11.00 sampai 12.00 WIB dan jam 17.00 sampai jam 18.00 WIB. Selama 5 hari itu kondisi Bapak tidak terlalu banyak berubah, malah ada di saat-saat tertentu kondisinya sangat parah, Bapak seperti tidak mengenal kami, keluarganya, dia malah mengingat cerita-cerita yang lalu, singkatnya Bapak seperti orang linglung, setelah konsultasi ke dokter Kolman Saragih yang menangani Bapak, dan mendengar cerita orang-orang, bahwa keadaan seperti itu memang proses, karena obat saraf yang diberikan. Akhirnya sekitar 9 hari bapak dirawat di ruang ICU Henricus, Bapak diperbolehkan pindah ke ruangan biasa. Sekitar 3 minggu secara keseluruhan bapak pun diperbolehkan pulang. Mengingat kondisi bapak yang belum normal betul, dan masih harus rutin terapi dan kontrol, Bapak dan Mama pun tinggal di rumah kakak yang ada di Medan. Berangsur-angsur keadaan bapak pun semakin pulih, jalan sudah tidak memerlukan tongkat lagi, hanya saja makanan harus dijaga betul, tidak boleh makan minyak, santan, daging, garam, dan ada lagi pantangan lainnya. Yang jelas tidak boleh merokok dan banyak pikiran. Puji Tuhan, tanggal 3 Mei 2014 Bapak dan Mama pulang ke rumah yang di Stabat. Sungguh bersukacita karena keadaan Bapak sudah hampir 100 persen pulih. 
Sungguh merasakan mujizat Tuhan dalam kehidupan keluarga kami. Bapak bisa sembuh dan sekarang dapat melakukan aktivitas, meski tetap harus dijaga kondisinya. Semoga hari-hari ke depan Bapak semakin bersemangat menjalani hidupnya, lebih baik dalam menjalani kesempatan hidup yang Tuhan beri. 

Melihat senyum Bapak dan Mama sungguh berkat yang luar biasa dalam kehidupanku. 
Thank you dear Lord :))

Keadaan Bapak di ruang Henricus, pake selang, oksigen, dan keteter :-(
Bapak waktu terapi

Mama yang selalu setia menemani ;-)

Semangat Bapak :D

Keadaan Bapak sekarang :))





2.26.2014

This Valentine :D

Udah telat banget kali ya, kalo sekarang postingannya masih bertema Valentine.., tapi gapapa deh mumpung masih Februari ;)

Hmmm..., 14 Februari kemaren dong dapet kado dari suami tercinta..Jadi, jauh-jauh hari sih udah kasih kode ke suami, " Eh, bentar lagi Valentine ya..", "Ihh.., udah pada pink2 semua ya..".

Pas hari H, bangun pagi dengan mood gak enak, semalemnya ada kejadian apa gitu, jadi rada ngambek sama suami. Bangun, masak, beres2 gak pake senyum. Suami sih kayaknya tahu kalo aku lagi bete. Akhirnya pas mau berangkat kerja dia kasih selamat duluan...

Terus pas nyampe kantor, pas mau ngeluarin laptop dari tas, eh ada kotak pink ini :))
Yes, he's absolutely a romantic husband :*


Sesungguhnya, sejujurnya, aku udah tahu sih isinya, tapi pura2 surprise aja pas kasih tahu suami. Abisnya pas lihat handphone nya ada sms dari Zalora, tahu deh kalo dia beliin aku jam yang aku pengen.

Akhirnya kesampean juga :))

Sebenernya yang bikin surprise itu bukan kadonya sih, tapi timing pas buka tas itu. Aku kira dia bakal ngasih kadonya pas malem coz kita emang janjian makan malem. Tahu2nya pagi2 udah bikin senyum2 akuu... Makasih ya suami..*ketjup
Siangnya aku ijin pulang bentar, jadi emang udah 2 hari aku bingung mau kasih apa ke suami pas Valentine, akhirnya pas browsing2 tercetuslah ide bikin Chocolate Cupcake. Setelah browsing resep, beli2 bahan, langsung baik ke rumah, eksekusi, buru2 takut mati lampu, sekalian biar bisa selesai pas nanti suami pulang. Hasilnya...
This is it....Chocolate cupcake with love..
gak terlalu mengecawakan dong ya.., rasanya lumayan kok, buat pemula udah oke banget menurutku, hehehe.. Cuma belum punya cetakan cupcake jadi bentuknya rada ancur kali ya...

Cupcakenya selesai, balik ke kantor dulu. Terus pas pulang ngeliat masih ada waktu sebelum suami pulang.  Langsung eksekusi menu kedua deh..
Semangka bentuk hati ;)

Pulang2 suami surprise juga dong ya.., akhirnya sambil makan cerita perjuangan masing2 pas nyiapin kado. Dia cerita kalo malem2 bungkus kadonya, untung aku gak kebangun, ngumpulin duit buat beliin kado ini..Ah suami.., bikin tambah cinta kalo beginih ;)
Semoga, setiap harinya bisa kayak gini terus ya sayang...
Like u said, "Love u time by time" :*:*

1.27.2014

1st Anniversary - Keliling Samosir

Ini cerita udah telat banget sih..
tapi better late than never kan ;)


Ceritanya dalam rangka ngerayain anniversary kita yang pertama, 15 Desember 2013 kemaren, kita jalan2 donggg..., sekalian hanimun ke-2 gitu.
Kemana???
Keliling Samosir aja sodara2 ;)
 
Jadi, Sabtu, 14 Desember itu ada acara Natal BPS Se Sumatera Utara, diadainnya di Parapat.
Nah, karena besokannya anniv kita, langsung rencanain deh perayaannya dengan penyebrangan ke Pulau Samosir.

Sabtu pagi kita udah berangkat dari Stabat, coz acara Natal diadain malam hari. Kita nginep satu malem di Parapat, tepatnya di Danau Toba International Cottage. Trus pagi-paginya, sekitar jam setengah 9 kita cus dari hotel menuju Ajibata, tempat ferry penyebrangan ke Samosir. Jarak hotel ke dermaga sekitar 15 menit, jadwal penyebrangan pertama itu jam 9. Tapi entah kenapa pagi itu kendaraan yang mau nyebrang rame banget, akhirnya kita gak bisa masuk ke kapal (Tao Toba 1), udah pasrah nunggu jadwal penyebrangan ke-2 jam 12 siang, tapi ternyata karena kendaraan yang ngantri masih banyak dioperasikanlah kapal yang lain (Tao Toba II). 

1st time naek Tao Toba :D
FYI, tersedia 2 kapal ferry untuk penyebrangan, biasanya yang dioperasikan hanya Tao Toba 1, kapalnya lebih besar, sedangkan Tao Toba 2 hanya dioperasikan jika sedang padat aja. Harga tiketnyanya sekitar 95 ribu per mobil.

Aku sendiri, ini pengalaman pertama naek ferry, biasanya kalo nyebrang ke Samosir paling naek kapal kecil.
Narsis dolooo..;)

Sok cuek..

Sekitar 45 menit kita sampe di Samosir, tepatnya di Tomok. Dari situ kita langsung menuju Pasir Putih Parbaba. Perjalanan sekitar 1 jam ditemani pemandangan Danau Toba dari berbagai sisi. Dan Pantai Parbaba ini bener2 wow lohh.., cakep..Pasirnya putih 
*ya iyalahh.., namanya aja udah pasir putih, airnya biru jernih, semakin dalam warna semakin hijau. Pokoknya gradasi warnanya cakep deh...Fasilitasnya juga lumayan lengkap, cuma jadi kurang alami gitu.., karena pantainya banyak dibuat penduduk setempat untuk usaha:(

11-12 lah sama Gili Trawangan :p

Ada tenda2 yang disewakan..

Maen ban juga bisa..

Dilengkapi penjual cendera mata en bajuu..

Hanya dengan retribusi 2 ribu saja, kita bisa menikmati semua ini :)

Abis dari situ, kita menuju Pangururan, keliling2 kotanya. Nyari2 kantor BPS gak ketemu,
ternyata adanya di daerah Parbaba, udah lewat dehhh...

Bayangkan kalo pemandangan seberang kantor itu seindah ini..

Perjalanan dilanjutkan ke Hot Spring..., rencananya kita mau nginep di Saulina Resort, ternyata pas kita kesana kamar udah penuh. Kita pun disarankan ke Penginapan Sitio-tio, pas sebelahan sama Saulina. Akhirnya dapat kamar dengan harga 375, kamar standar, pas bayar, kasih uang 400 ribu, dikembaliin 50 ribu, katanya gak ada uang kecil. Tahu gitu tadi nawar duluu.. Jadi, baru dapat info dari temen, kalo setiap penginapan itu harga kamarnya boleh ditawar. Apalagi kalo low season, kemungkinan besar bakal dikasih.
Sempetin foto duyuu..
Gak bisa nginep, numpang foto aja deh..


View dari penginapan Sitio-tio ini juga bagus, ngeliat keindahan Danau Toba dari sisi yang berbeda.
Background.., penginapan kita..
Menikmati keindahan Danau Toba..
Nyampe di penginapan sekitar jam 5, istirahat bentar, kita langsung menuju Hot Spring. Sebelum kesini, aku kira Hot Spring itu cuma satu tempat aja loh, ternyata oh ternyata Hot Spring ini adalah jenis pemandian hangat belerang, yang ternyata banyak tempat yang  menyediakannya. Karena banyak pilihan, sedikit bingung awalnya, akhirnya kita pilih Hot Spring yang paling atas karena kata sumami, viewnya bagus, solnya tempatnya paling tinggi.



Tempat pemandiannya itu, kayaknya kolam renang, ukuran 10 x 6 gitu. Dipisah antara cowo dan cewe. Pas nyampe disitu, agak serem juga, karena gak ada orang yang mandi di kolam, untungnya ada 1 orang yang ternyata lagi ganti pakaian di kamar mandi. Ada temen dehh.. :D Pass masuk ke kolam, huhhh.., ternyata panas banget airnya, kiraiin anget2 gitu.  Pokoknya kayak kita masak air hangat untuk mandi dan gak dicampur air dingin, puanas banget... Belakangan dapat info kalo memang pemandian yang di atas itu lebih panas, karena lebih dekat sama sumber air panas belerangnya.

Abis berendam sekitar 20 menit, kita makan di tempat itu juga. Kalau kita makan  di tempat itu, mandinya gratis, kalo gak bayar 5 ribu per orang. Sekalian deh kita makan malem di situ. Dingin2.., apalagi kalo bukan makan indomie dan teh manis ;-)


Sekitar jam 9 kita balik ke penginapan, langsung istirahat, TV gak bisa nyala soalnya. Malem2nya aku gak bisa tidur, tiba2 dada terasa sesak, kepanasan, sampe sumami yang baik hati disuruh mintain air panas sama orang penginapan.

Setelah minum, pake minyak angin, badanku mulai enakan. Analisis sumami sih karena aku  kelamaan berendam.Padahalkan harusnya enak ya, abis mandi air hangat, makan, langsung tidur. Huhh...

Paginya, abis sarapan, foto2 bentar, kita langsung go menuju Tuk Tuk. Rencananya mau naik sepeda keliling Tuk Tuk, tapi pas nyampe sana ternyata jalan disana lagi dalam masa perbaikan. Kondisi badan pun tidak menunjang. Akhirnya kita duduk2 aja menikmati pemandangan Danau Toba. Numpang di Carolina Hotel, padahal sih menurut papan petunjuk, areanya cuma boleh buat tamu hotel, hehhe...


Di Carolina Hotel..
Buabay TukTuk..

Setelah puas menikmati pemandangan dan ngobrol sana sini, kita melanjutkan perjalanan ke Tomok. Sampe sana kita makan siang dulu, entah karena lapar atau gak, masakannya menurutku enak.
Our lunch menu..


Selesai makan, lanjut jalan2 di Pajak Tomok, gak beli apa-apa, trus kita menuju Patung Sigale-gale. Foto2, lanjut ke Makam Sidabutar. Kebiasaaan turis lokal, cuma foto2, tapi gak ngerti sejarah. Dohhhhh...
Puanass bokk..
Sigale2 kembar..

Numpang foto doang..

Kagak beli apa2..


Dari sana kita langsung menuju dermaga, takut ketinggalan ferry. Sampe di Ajibata sekitar jam 2 an. Maksud hati, biar sampe di Stabat gak terlalu malam, dan mau mampir dulu tempat mertua di Siantar. Tapi apa daya, pas keluar dari dermaga , jalan keluar menuju Parapat, di tutup sama pemuda setempat, nuntut janji perbaikan jalan dari pemerintah setempat yang tak kunjungdirealisasikan. Nunggu hampir sejam, jalan tak kunjung dibuka, polisi yang datang pun gak bisa menyelesaikan masalah. Akhirnya kita ngikutin sebagian mobil2 lain yang ambil jalan muter lewat Multong, perjalanan yang harusnya 15 menit nyampe Parapat, harus ditempuh 1,5 jam dengan kondisi jalan yang jelek dan sepi. Ya, ambil positifnya aja, akhirnya bisa lewat daerah Multong. Hadapi dengan senyuman ceritanya :))


Begitulah perjalanan keliling setengah Samosir, capek, pegel  tapi seneng banget, dan puas liat pemandangan yang indah2 itu.


Makasih sumami, udah ngajak aku keliling2.
Next time lagi ya ;)
Last but not least.., happy 1st anniversary...
Semoga DIA apa yang diharapakan terkabul dan yang direncanakan berjalan lancar.
God bless our fam..
Muahhhh :))










10.24.2013

Keep Calm and..

Baru baca postingan terbaru dari blog ini dan langsung campur2 rasanya abis baca. Senang, sedih, tenang, damai, pokoknya kayak nano-nano. Postingan ini membawa keceriaan dan pengharapan. 'We never know HIS timing', katanya. Yess, I absolutely agree with that. Jujur, dari dulu aku meyakini bahwa Tuhan tahu yang terbaik buatku. Banyak keajaiban2 yang kualami dalam hidup, mulai dari pas masuk kuliah, dapet penempatan kerja sampai soal jodoh.

Waktu tamat SMA itu nyoba banyak tempat untuk ngelanjut kuliah. Semua diikuti, mulai SPMB, macam-macam sekolah kedinasan kayak STAN, STTD, sampai STIS. Nah, pas ujian STIS inilah keajaiban Tuhan itu ada. Jadi, pas jawab soal aku tuh membuat tanda silang di lembar jawaban. Udahlah yakin jawaban banyak yang bener, eh pas selesai ujian, iseng baca soal lagi yang memang gak dikumpul , ternyata perintahnya jawaban harusnya dilingkari. Akhirnya yakin seyakinnya kalo STIS itu gak bakal lulus karena gak ngikuti perintah soal, berarti gak teliti dong ya, tapi ternyata Dia berkata lain, aku lulus, dan akhirnya bekerja di BPS sekarang ini, instansi tempat bekerjanya lulusan2 STIS. Penempatan pun balik ke kampung halaman, aku percaya itu karena Tuhan pengen aku deket sama orangtua yang sekarang tinggal berdua.

Sola jodoh juga ini His timing is the best deh. Jadi waktu itu, suka ngerasa agak2 gimana gitu ngeliat temen2 udah pada punya gandengan, dan aku tak kunjung ditemukan pemilikku. Tapi, sekarang benar2 merasakan bahwa DIA sudah nyiapin yang terbaik pada waktu yang terbaik pula.

Dan sekarang setelah 10 bulan pernikahan kami, tamu bulanan masih tetap datang. Jujur, rasa sedih, cemas, iri, bosan itu sesekali datang. Aku merasa belum sempurna sebagai seorang wanita. Apalagi pertanyaan2 , 'Udah isi?', 'Belum lagi??', kerap muncul. Harap2 cemas, setiap kali sitamu telat, dan 'menangis' setiap kali dia datang. Aku sedihhhhhhhh,  :-((
Namun melihat kehidupan kebelakang, kenapa aku harus bersedih, kenapa aku mesti khawatir, DIA tahu yang terbaik dan aku sungguh percaya DIA pasti sudah menyediakan yang terbaik.

Makasih kak Ledy, buat kata2 yang sangat menyejukkan ini.
'For all wife out there who is expecting and miss to have a baby, don’t worry. HE listen your prayers and HE count your tears. The time you accept HIS miracle, it will never be the same.'

Sekarang gak boleh sedih2 lagi, harus dibawa santai, saring omongan orang, jangan stress, meet a doctor, and keep on praying. Caiyoo!!!





10.02.2013

27th

Ps : Postingan telat 1 bulan lebih, ultah sebenernya itu September 1st


Fokuslah pada apa yang Anda punya dan bersyukurlah...
Itu akan jadi tema di usia 27 kali ini.

Selama ini, jujur masih kerap tak bersyukur, kalaupun bersyukur, rasanya tidak ada bukti konkret dari rasa syukur itu.
Saat teduh yang cuma numpang lewat, wajah murung yang tak jarang menghias di wajah, ucapan-ucapan tak indah yang sering terucap, pikiran-pikiran tak patut yang selalu berseliweran, dan masih banyak lagi hal-hal yang harus diperbaiki.

Hmmm..
27 tahun.
Bersyukur  pada Sang khalik atas kesempatan ini.
Bersyukur buat nafas kehidupan, mata yang masih bisa melihat dengan jelas, suara yang bisa didengar dengan jernih, rambut yang masih hitam, bibir yang masih bisa menampilkan senyum, tangan dan kaki serta anggota tubuh lainnya yang masih bisa melakukan tugasnya dengan baik.

Bersyukur buat sosok anugerah Tuhan yang ditemukan di sebelah setiap bangun pagi.
Bersyukur buat keluarga yang begitu memperhatikan.
Bersyukur untuk teman-teman yang ada di waktu suka dan duka.

Bersyukur buat pekerjaan, buat tempat tinggal, buat semua berkat yang sungguh tak sanggup ku sebutkan satu per satu.

27 tahun.
Harus bertambah dewasa, semakin bijak, dan tetap tersenyum.

Terima kasih Bapa..
Syukur kepada-Mu.. 




9.19.2013

balada ngeblog

Source : google.com
Jadi.., dari udah setahunan ini hobi banget blogwalking.., sejak dulu persiapan merid en pengen cari referensi, akhirnya 'terjebaklah' ke beberapa blog asyik dan sampai sekarang masih setia nunggu postingan2 terbaru mereka. Karena keseringan blogwalking, aku pun menemukan beberapa blogger yang ternyata saling mengenal, dan di dunia nyata mereka pun ternyata berteman, dan setelah ditelusuri temenannya pun karena ngeblog. See..., betapa sempitnya dunia ini ;-)

Dari baca2 blog orang ini pun, aku jadi pengen punya blog sendiri. Ya walopun semisalnya ga ada yang baca minimal bisa buat diary pribadi lah.., bisa jadi catatan kalo tiba2 ingin mengenang suatu kejadian. Selain itu, kayaknya dengan ngeblog ini bisa ngelatih diri untuk menuangkan isi hati, pikiraan2 yang berseliweran di kepala, latihan nulis, dan masih banyak lagi hal positif *kayaknya loh..

Beberapa kali sempet jalan2 ke beberapa tempat, pas ditanya sama temen yang mau liburan ke tempat yang sama, tentang jalan kesana, nginep dimana, dan detil2 lainnya, jawabanku manis sekali ,"Lupa..". Nah, dari situ pun jadi lebih termotivasi untuk mencatat hal-hal penting, biar kalo ditanya, tinggal buka di blog atau suruh baca sendiri.

Hmmm..., ada juga sih, menemukan beberapa blogger yang memutuskan nutup blog nya dengan alasan sudah bosan dengan komentar2 orang yang cenderung negatif di postingan2nya.. Sah2 aja sih.., padahal orang-orang ini nulisnya asik banget loh.

Sangkin senengnya baca2 blog orang, aku sampe tau sedikit banyak kehidupan mereka, suka nungguin update an mereka. Tapi ya sebatas silent reader sih.. masih malu2 ni buat komen..

Yang jelas ngeblog atau ga, mau kasih komen ato gak, itu semua pilihan. Mari ambil positif dari setiap yang kita kerjakan.. Semangkaa !!!